Explore Zona Dewasa

Viral Bumbu Rahasia Untuk Ngentot Anal Seks 4

 Tradingan.com - Jupri melangkah memutar, lalu tanpa kusadari, ia sudah menarik kerah bajuku.

“Bangsat kamu..!” sentaknya, “Apa sih yang ada dalam otakmu..!”
Dengan gusar kutepis lengannya. Kubuka pintu dan melompat keluar. Jupri menggeram saat kutekan dadanya hingga punggungnya menempel di kap mobil.
“Bangsat juga..! Kamu pikir aku apamu, heh..!” teriakku di wajahnya.

“Aku tahu kamu temanku,” lanjutku dengan nada marah, “Tapi jangan seenaknya main tarik baju. Aku bisa membuatmu terkapar di sini karena itu, tahu..! Tahu tidak..? Aku tidak mau tahu tentang kamu dan Moogie. Itu sudah untung bagimu, mengerti..?”
Wajahnya masih berkerut saat menatapku. Tapi ia tidak mengatakan apapun. Sambil mendengus kulepaskan tindihanku dan membetulkan bajuku. Jupri hanya memandangku saat aku masuk ke dalam mobil.

Aku terjebak kemacetan beberapa saat kemudian. Pikiranku tambah kacau. Emosiku meledak sampai ke ubun-ubun. Betapa ingin aku menghajar si sapi itu. Memukul hidungnya dan mematahkan lengannya, seperti orang-orang bodoh yang mencari perkara denganku waktu aku masih sekolah. Dan mobil itu.
“Hey, Bangsat..! Jangan mepet-mepet..!” aku membuka jendela dan berteriak.

Ibu setengah baya yang mengenakan jilbab itu mengelus dadanya, lalu memutar setir menjauhi mobilku. Aku mendengus sebal. Ada-ada saja, pikirku. Seketika leherku terasa berdenyut kembali. Aku merogoh laci dashboard dan mengeluarkan sekotak rokok. Saat itu aku melihat syal merah yang diberikan Moogie padaku dua hari yang lalu. Kututup laci itu cepat-cepat. Kukeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya. Hawa dingin membuatku sedikit lega. Kuletakkan kepalaku pada setir mobil.

Apa yang sudah kulakukan tadi? Aku benar-benar kacau, pikirku dalam hati. Hanya gara-gara satu orang wanita. Apa..? Aku cemburu..? Aneh..!
“..kamu sebaiknya melupakan gadis itu,” kata-kata Krista mengiang kembali di benakku.
Iya, pikirku, aku akan melupakannya setelah ini.

Kupejamkan mataku, lalu membayangkan telunjukku menekan tombol ‘delete’. File-file beterbangan masuk ke dalam recycle bin. Membayangkannya membuatku geli. Kok recycle bin..? Tidak, permanently deleted saja. Tengah aku asyik berimajinasi, handphone-ku berbunyi.


“Ray..?” aku mendengar suara seseorang menyapaku.
“Siapa..?” tanyaku kemudian.
“Aku, Jupri.”
Huh, aku mendengus, “Ada apa lagi..?”
“Aku hanya mau bilang sesuatu, sebelum aku.. bukan.. kami semua membencimu.”
“Kami..?” tanyaku seraya menegakkan tubuh.
Bagus, pikirku dalam hati, kali ini Moogie sudah membawa masalah tentang aku dan dia ke kantor. Besok semua akan mencibirku dan mengatakan aku penjahat kelas kakap, selain Tommy. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Bumbu Rahasia Untuk Ngentot Anal Seks 4"

Posting Komentar