Explore Zona Dewasa

Viral Bumbu Rahasia Untuk Ngentot Anal Seks 2

 Aopok.com - “Je’s ngga peduli. Itu pacar kamu, shit..!” aku mendengar Jessica mengumpat kalang kabut dengan logatnya daerahnya.

Upay sudah pamit pulang sejak tadi. Aku merasa benar-benar sendirian. Aku hanya diam saat Jessica masih terus memaki. Akhirnya gadis pirang itu mengambil semua bajunya, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian, ia sudah keluar, dan langsung menuju ke pintu apartemen.

“Ray..,” kudengar ia hendak mengatakan sesuatu.
Tapi ia tidak meneruskan, hanya mendengus, lalu keluar dan membanting pintu. Aku tidak perduli sama sekali. Aku hanya merasa benar-benar sendiri.

Dalam kesepian yang kurasakan, mendadak mataku menatap ke arah kantung plastik di atas meja. Tadi aku menaruhnya di situ, sesaat sebelum mengambil jaket. Kuulurkan tanganku meraihnya, dan dengan hati-hati membuka kotak makanan di dalamnya. Bau rendang dan hawa nasi yang masih hangat menyapu penciumanku. Entah mengapa aku menjadi sangat lapar. Kubawa kotak nasi itu ke dapur, mengambil sendok, lalu menyuapkannya ke mulutku. Dua sendok kemudian aku mulai makan sambil menangis. Makanan ini enak sekali. Kenapa? Karena dibuat dengan bumbu rahasia.

*****

Leherku benar-benar sakit malam itu. Kepalaku juga. Dan dua butir ‘pain killer’ belum dapat menyeretku ke tempat tidur. Aku mengerang di depan monitor. Perutku melilit kelaparan. Tapi percuma mengais-ngais kotak makanan yang sudah kosong itu. Aku harus menemuinya, pikirku. Tapi benakku yang terdalam meragukannya. Aku tidak bisa, tidak setelah aku meninggalkannya. Ayo, Ray. Gadismu bukan hanya satu bukan? Kamu bisa dapatkan Jessica dalam tiga hari. Dan kamu bisa cari yang lainnya. Dan sebaiknya cepat-cepat, sebelum kamu mati kering di sini.

Saat kalut, mendadak telepon berbunyi.
“Halo? Kok ada orang? Siapa itu? Ray?”
“Ya, ini aku,” sahutku.
“Kok lesu? Kamu tidak apa-apa?” kudengar Chin, kakakku, bertanya.
“It’s okay. Bagaimana di sana?”
“Baik-baik saja. Dingin. Pingin pulang,” katanya dengan suara merengek.
Lalu aku mendengar ia tertawa. Aku juga ikut tertawa.

“Kamu yakin tidak apa-apa?” Chin bertanya sekali lagi.
Chin memang tahu bagaimana nada suaraku kalau sedang susah. Dan itu membuatku menyayanginya, tidak perduli bahwa keluargaku membencinya karena ia seorang lesbian.
“Entahlah,” bisikku, “Hanya sedikit kesepian.”
“Loh? Mana anak pendek yang tempo hari?”
Aku tertawa kecut, “Dia sudah jauh di sana.”


Kudengar Chin mendesah, “Kamu itu ya,” katanya, lalu ia berhenti sejenak.
“Kenapa denganku?” tanyaku kemudian.
“Nggak apa-apa. Eh, hemat kartu. Sudah dulu ya? Jangan lupa kunci pintu dan nyalakan alarm kalau mau pulang. Oh, ya..! Waktu si pendek itu datang tempo hari, dia mengatakan satu kata yang membuatku memberinya nilai sepuluh. Dia bilang, ‘Kak, bagaimanapun jahatnya Ray. Saya percaya kalau dia seorang yang baik. Karena matanya mengatakan demikian.’ Jadi menurutku, ya.. wah.. sudah dulu. Dadah, Dedek sayang. Love you.” Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Bumbu Rahasia Untuk Ngentot Anal Seks 2"

Posting Komentar